Positif? Pikirkan kembali.

October 14th, 2009 by Maylaffayza

Kita punya kecenderungan ingin selalu positif, bermental positif  Padahal, kenyataannya manusia mempunyai berbagai sisi, ada positif ada negatif. Memaksakan diri menjadi positif justru menimbulkan hal yang tidak natural dalam diri manusia, yang akhirnya dijadikan kepada hal-hal yang mungkin saja tidak relefan dalam kehidupan. Semakin kita memaksakan untuk berkesan positif , semakin kita tidak menjadi natural.  Semakin tidak natural kita, semakin berbagai hal itu menjadi tidak relefan dalam kehidupan. Biasanya, kemudia semakin timbul perasaan tertekan karena tidak bisa meraih predikat positif yang di inginkan., perasaan tertekan timbul karena kita menekan sisi manusiawi kita bahwa dalam hidup meman akan selalu ada negatif maupun positif. Perasaan tertekan yang tidak diterima dan tidak dihadapi serta tidak dituntaskan tersebut akan membuat kita mengalami friksi dalam kehidupan. Berbagai masalahpun datang.

- Apakah Anda pernah berusaha untuk selalu positif?

- Apakah Anda mau menerima bahwa di diri Anda ada sisi negatif maupun positif?

- Sudahkan Anda menerima bahwa dalam kehidupan Anda akan selalu ada sis negatif maupun positif?

Mengalah

March 25th, 2009 by Maylaffayza

Kata yang satu ini pasti sering Anda hadapi. Namun, apakah makna di dalamnya? Apakah Anda mengalah untuk menang? Apakah Anda mengalah untuk melindungi diri Anda? Apakah Anda mengalah untuk terlihat baik?
Apakah Anda mengalah karena malas menghadapi konfrontasi?
Ada banyak alasan manusia untuk mengalah dalam berbagai konteks kehidupan.

Mengalah, jika diamati dan di jalani dengan kebijakan, maka akan memberi kesempatan manusia untuk membiarkan hidup memperlihatkan kenyataan yang sebenarnya kepada kita, dan menunjukan jawaban lain di baliknya.
Bukan berarti jalan yang mudah untuk mengalah.

- Jika dengan mengalah membuat Anda bisa melihat kenyataan yang sebenarnya, apakah Anda akan mengalah?

Tentu jika untuk sebuah kebenaran yang relevan dengan kehidupan maka itu akan menjadi sesuatu yang bijak.

- Jika dengan mengalah Anda akan mendapatkan jawaban yang bisa membuat hidup Anda dalam sebuah perjalanan baru, apakah Anda akan melakukannya?

Diam

March 23rd, 2009 by Maylaffayza

Dalam sehari, Anda berbicara. Dalam sehari, Anda beraktifitas, occupied.

Untuk sesaat, bilamana sempat, cobalah untuk diam untuk mendengar apapun yang ada di hati.

Mungkin saja, Anda akan menemukan jawaban dari apa yang Anda cari.

Mungkin saja, Anda tidak menemukan jawaban, tapi mungkin yang Anda butuhkan adalah diam untuk menenangkan dan menjernihkan pikiran dan perasaan.

Mungkin dan mungkin masih banyak lagi yang bisa Anda dapat dengan diam.

- Apakah Anda memiliki waktu untuk diam?

- Apakah Anda membuat waktu khusus untuk diam bersama diri dan nurani Anda?

- Sudahkah Anda menyisakan waktu untuk diam di hari ini?

- Apa yang Anda dengar dan rasa dari batin Anda saat Anda diam hari ini?

Mengalir

December 12th, 2008 by Maylaffayza

Hidup tidak pernah bisa di duga kepastiannya. Bagaimanapun rencana manusia, hidup mempunyai caranya tersendiri mengatur iramanya.
Kadang menyenangkan, kadang menantang, kadang tidak menyenangkan atau memberatkan. Jika kita mau belajar mengambil maknanya dan mengalir bersama hidup, mungkin saja hidup akan terasa lebih mudah atau ringan.
Setiap kejadian dalam hidup, sebetulnya membawa kita atau menunjukan kita ke sebuah cerita atau jalan yang lain lagi, ke sebuah jawaban atas keadaan yang sedang dan akan kita hadapi.

- Apakah yang sedang terjadi dalam kehidupan Anda sekarang ini?
- Petunjuk apa dari kejadian yang Anda rasakan atas apa yang sedang terjadi dalam hidup Anda sekarang?
- Setelah sadar atas apa yang kehidupan sampaikan kepada Anda,apakah kemudian yang Anda lakukan?

Rasakan berbagai petunjuk yang terjadi dalam setiap moment di hidup Anda, dan mengalirlah di dalamnya. Dengan menerima dan sadar akan petunjuk kehidupan, serta mengalir di dalamnya, semoga Anda bisa memiliki hidup yang harmonis.

Apa yang Anda syukuri hari ini?

November 28th, 2008 by Maylaffayza

Anda pasti menjalani hidup Anda setiap harinya. Apakah Anda selalu bersyukur setiap hari?
Jika Anda menjalani hidup dan selalu menyukuri hidup setiap detiknya:
Apa saja yang Anda syukuri hari ini?

Bersyukur, membuat kita merasa sangat hidup. Karena rasa cinta dan rasa terimakasih adalah salah satu elemen terkuat kehidupan.

Kebenaran

November 18th, 2008 by Maylaffayza

Apakah itu kebenaran?
Mungkin Anda tahu, tapi susah menjabarkannya.
Terkadang kebenaran bukan untuk dirumuskan dalam kata-kata. Namun kebenaran, akan menjadi pada tempatnya jika di letakan dalam posisi kesadaran tertinggi manusia dalam kehidupan.

Kebenaran tidak bisa di atas namakan apapun.Kebenaran punya sifat alam, yaitu berjalan sejajar dengan kehidupan.
Kebenaran akan murni jika terjadi tanpa memiliki label apa-apa, jika tanpa memiliki ego apa-apa, jika tanpa atas nama apapun, kecuali untuk kebenaran itu sendiri.

Kebenaran, akan mengalami gesekan jika sudah dipenuhi ego, kepentingan, serta label.Disinilah hal yang tidak harmonis akan terjadi.

Kebenaran tidak memihak, namun jika adapun pihak yang disangkutkan satu-satunya adalah jika kebenaran hanya berpihak pada kebenaran itu sendiri.

Kebenaran tidak pandang bulu, status, jabatan, umur dan lain sebagainya.
Kebenaranpun, bisa menjadi menyimpang jika pihak yang terlibat merasa paling benar. Kebenaran yang dilakukan dengan perilaku merasa paling benarpun, akhirnya akan menjadi paling tidak benar.

Kebenaran yang dilakukan dengan penghakiman/penilaian yang disertai ego, sekali lagi disini disebutkan bahwa apapun yang memakai ego, akan menimbulkan ketidak harmonisan dalam hidup. Pertentangan, gesekan.

Kebenaran bukan ada untuk penghakiman, karena tujuan utamanya bukan untuk menghakimi dengan ego. Kebenaran tujuan utamanya adalah kebenaran itu sendiri.

Kebenaranpun, disesuaikan dengan keselarasan dalam hidup.Kebenaran disini adalah saat dimana suatu hal bisa selaras dengan hidup. Anda pasti tahu bahwa kebenaran itu relatif. Bisa berbeda di mata orang. Itu karena hidup mempunyai warnanya tersendiri,yang masing-masing berbeda. Jika kesadaran manusia tinggi, maka kebenaran akan terjadi berdasarkan kenyataan natural dari kehidupan

Sudahkah Anda selaras dengan kehidupan?
Apakah Anda membela kebenaran karena Anda merasa yang paling benar?
Sudahkah Anda melakukan kebenaran, hanya dan untuk kebenaran itu sendiri saja?

Kebenaran sifatnya sederhana. Ia hanya ada untuk kebenaran itu semata.

Menerima Pendapat

November 17th, 2008 by Maylaffayza

Pendapat atau opini, menjadi bagian dari kehidupan manusia sehari-hari yang mempunyai seninya tersendiri.
Mulai dengan isi dari pendapat tersebut, latar pendapat, kegunaan serta cara pemberian hingga penerimaan dari pendapat, semua memiliki warnanya tersendiri.
Kali ini kita akan membahas khusus dan hanya tentang: mendengarkan pendapat. Mendengarkan pendapat disini adalah dalam artian menerima pendapat. Mengenai apa tindakan setelahnya,cara berpendapat dan lain sebagainya akan kita bahas di lain kesempatan.
Akan sangat baik jika kita bisa mendengarkan pendapat dengan melepaskan ego kita, melepaskan jabatan, umur dan apapun label yang menempel di badan kita. Demikian juga berarti mendengarkan pendapat siapapun dari orang yang memiliki umur berapapun,maupun dari jabatan dan label apapun yang menempel pada pihak yang memberikan pendapat kepada kita. Hematnya, pendapat siapapun bisa kita dengarkan untuk meningkatkan kesadaran dalam kehidupan, apakah itu pendapat anak kecil, atau pendapat orang yang tidak kita kenal sekalipun.
Secara objektif, pendapat adalah pendapat. Pendapat seorang anak, sama pentingnya dengan pendapat orang tua. Pendapat guru, sama pentingnya dengan pendapat muridnya. Pendapat seorang bos, sama pentingnya dengan pendapat seorang staff. Dan lain sebagainya, Anda pasti sudah mengerti sampai titik ini.

Sudahkah Anda menghargai secara adil pendapat yang ada di hidup Anda?
Apakah Anda masih memberikan label kepada pihak yang memberikan pendapat kepada Anda sehingga Anda menerima pendapat tersebut dengan penilaian/penghakiman?
Apakah Anda bersedia menerima pendapat dari siapapun itu?
Sudahkah Anda menerima ‘pendapat’ sebagai ‘pendapat’ itu sendiri?

Berterimakasih kepada diri sendiri

November 16th, 2008 by Maylaffayza

Kata terimakasih adalah kata yang sederhana namun bermakna indah.
Kita mengucapkan terimakasih sebagai penghargaan, dan rasa syukur kepada Tuhan dan sebaginya.
Jika kita bisa berterimakasih kepada apapun hal yang ada dalam hidup, rasanya tentu indah sekali.
Misalnya: berterimakasih telah di suguhi minuman saat kita kehausan, berterimakasih kepada orang yang telah memasakan atau membantu menyuguhi makanan bagi kita.

Rasa terimakasih,bisa kita tujukan kepada Tuhan, alam semesta, kehidupan, diri kita atau siapapun dan apapun.
Anda pasti sudah mengetahui hal tersebut, walaupun kadang kita suka lupa untuk berterimakasih, mensyukuri setiap kebaikan dihadapan kita.
Yang kita bicarakan disini dengan anggapan, Anda dalam kondisi dengan sadar selalu bersyukur kepada Tuhan, jadi mari kita bicarakan rasa terimakasih bentuk lainnya yang jarang kita bahas.
Yang menarik, jarang dari kita mengucapkan terimakasih kepada diri kita sendiri.Padahal, diri kita, tubuh, pikiran dan perasaan, sering kita pergunakan habis-habisan untuk menjalani hidup kita.

Apakah Anda pernah mengucapkan terimakasih pada diri Anda sendiri yang sudah bekerja keras seharian?
Ucapkanlah terimakasih pada diri Anda, kepada tubuh Anda yang telah membantu Anda beraktifitas, kepada pikiran Anda dan jiwa Anda, yang telah membantu Anda menjalani kehidupan Anda sehari-hari.
Ucapkanlah terimakasih pada diri Anda dari hati, dengan rasa syukur yang penuh, bahwa Anda bisa melalui hari ini.Bahwa Anda telah menjalani hari Anda.Bahwa tugas Anda sudah di penuhi, bahwa tantangan telah Anda jalani. Berterimakasihlah untuk diri Anda.

Kadang,kita berterimakasih dengan banyak hal, tapi kita lupa ucapkan terimakasih kepada diri kita sendiri.
Diri kita juga butuh dihargai. Tidak hanya di pergunakan untuk bekerja, tapi kita butuh menyayangi diri kita dalam berbagai cara sebagai rasa terimakasih dan syukur. Hargailah diri Anda, dan ucapkanlah terimakasih kepada diri Anda juga, dengan rasa syukur dari hati bahwa tubuh Anda, pikiran dan hati Anda sudah membantu Anda melakukan segala hal yang Anda inginkan setiap harinya.

Anda, harus dan berhak mensyukuri dan menghargai diri Anda sendiri. Dan Anda pantas mendapatkan penghargaan bagi diri Anda sendiri.

Thank you:)

Perubahan

November 9th, 2008 by Maylaffayza

Pada dasarnya, hidup adalah perubahan, berevolusi. Kadang, sangat manusiawi jika kita mengharapkan beberapa hal dalam hidup tetap sama. Padahal, setiap detik, semua hal berubah. Termasuk Anda sendiri. Jadi setiap elemen memberi kontribusi pada perubahan, pada evolusi kehidupan.

Perubahan ada kalanya terasa nyaman, ada kalanya terasa tidak nyaman. Namun, itulah sifat natural dari kehidupan.Nyaman atau tidak nyamannya perubahan, itu adalah sebuah tanda bagi manusia untuk menyadari apa yang seharusnya disikapi dalam kehidupan. Amatilah, apakah Anda sudah hidup selaras, harmonis dengan perubahan kehidupan.

Ingatlah, kehidupan, seperti layaknya alam, mempunyai caranya tersendiri untuk menyampaikan berbagai hal perubahan.Jika kita sadar akan hal tersebut, sangat mungkin kita bisa mengambil langkah yang bijak menuju kehidupan yang harmonis.

Amatilah perubahan dalam kehidupan dan sadari hal itu hingga kita sebagai manusia bisa hidup mengalir seiring dengan evolusi kehidupan.

Hidup penuh kesadaran, menciptakan kehidupan yang selaras.

Mencintai mahluk hidup

November 3rd, 2008 by Maylaffayza

Tuhan menciptakan berbagai jenis mahluk hidup dengan jumlah yang hanya Tuhan ketahui. Dengan berbagai jenis yang hanya Tuhan bisa ketahui setiap jenisnya.

Semua ciptaan Yang Maha Kuasa ini mempunyai fungsinya sendiri dalam kehidupan.
Kehidupan akan berjalan baik dan semua mahluk hidup dapat menjalankan fungsinya, hanya jika salah satunya,kita sebagai mahluk yang memiliki akal budi, bisa menjaga keberadaan berbagai mahluk hidup sehingga kehidupan menjadi harmonis.
Apakah Anda menginginkan dunia yang kehidupannya harmonis?
Bersikaplah baik dan penuh cinta terhadap berbagai mahluk hidup. Peliharalah kehidupan yang harmonis dengan berbagai mahluk hidup, dengan berbagai hewan, agar alam bisa menciptakan kehidupan yang selaras.

Hewan juga memiliki hak hidup yang sama seperti manusia. Cintailah berbagai mahluk hidup jika Anda peduli dengan kehidupan yang selaras.